Jumat, 14 Mei 2021
Barisan Aritmatika
BY KUROSAKI, 15 Mei 2021
BARISAN ARITMATIKA
PART 1
Oke teman – teman di sini kak kurosaki akan sedikit membahas
tentang salah satu materi di SMA/SMK atau Sederajat yang berhubungan dengan Barisan
dan Deret Bilangan, disini saya akan membahas tentang Barisan Aritmatika.
Barisan aritmatika adalah suatu barisan bilangan yang setiap
suku – sukunya memiliki jumlah selisis yang sama (konstan). Misalkan suatu
barisan aritmatika adalah a, b dan c. maka c - b = b -a. Selisih dalam
barisan aritmatika tersebut dilambangkan dengan “b” atau biasa disebut
dengan “beda”.
b = Un – Un-1
Suku – suku dalam barisan aritmatika ini biasa dilambangkan
dengan symbol “Un” atau disebut dengan Suku ke – n. suku pertama dalam
barisan aritmatika biasa dilambangkan dengan “a” atau suku ke -1 atau
suku paling awal pada barisan aritmatika.
Berikut ini adalah contoh – contoh dari barisan aritmatika:
1.
3, 6, 9, 12, 15, . . .
2.
5, 7, 9, 11, 13, 15, . . .
3.
20, 18, 16, 14, 12, 10, . . .
Nah dari situ kalian sudah pahamkan! Selanjutnya akan saya
jelaskan tentang penggunaan rumus barisan aritmatika.
Un = a + (n – 1) b
Keterangan :
Un = Suku ke – n
a
= Suku pertama (U1)
b
= Beda (selisih dari 2 suku yang berurutan)
n = banyak suku
syarat untuk menggunakan rumus diatas adalah harus memenuhi 3
syarat yaitu;
1.
Kalian harus mengetahui nilai “a” atau suku
pertama dari barisan bilangan
2.
Kalian harus mencari selisih atau beda (b) dari
suku barisan dengan cara mengurangi suku di depannya dengan tepat suku
sebelumnya. Misal U2 – U1 atau U3 –
U2 dst.
3. Selanjutnya cari nilai “n” dengan melihat pada
soal untuk suku ke-n yang ditanyakan. Misalkan tentukan nilai suku ke – 20,
maka nilai “n” nya adalah 20.
Contoh soal
1. Diketahui barisan
aritmatika sebagai berikut!
4, 7,
10, 13, 16, 19, 23 , . . .
Tentukan
suku ke – 16 dari barisan tersebut:
Answer:
Seperti
cara diatas harus memenuhi 3 syarat kan, ok
a. Pertama cari
nilai “a” dilihat pada barisan diatas di ketahui bahwa suku pertama pada
barisan aritmatika adalah 4, sehingga kita dapat nilai a = 4
b. Kedua kita cari
beda (b) dari barisan aritmatika tersebut, kita ambil suku ke 1 dan ke 2
yaitu 4 dan 7, Sehingga diperoleh nilai b = 7 – 4 = 3
c. Selanjutnya kita
cari n, di soal diketahui dengan jelas bahwa yang ditanyakan adalah suku ke –
16, maka nilai n diperoleh 16.
Nah setelah 3 syarat terpenuhi, kita bisa menggunakan rumus Un untuk mencari nilai suku ke – 16.
Un
= a + (n – 1) b
Un
= 4 + (16 – 1) 3
Un
= 4 + (15) 3
Un
= 4 + 45
Un = 49
Sehingga
diperoleh bahwa nilai suku ke – 16 adalah 49
Sekian penjelasan
tutorial tentang cara menghitung barisan aritmatika, kritik dan saran sangat
kami tunggu untuk memperbaiki kualitas konten ini. Terima kasih.
Senin, 15 Maret 2021
Matriks Singuler
Post by Kurosaki
Matriks singular dan non singular
A.
Matriks singular
Matriks singular
merupakan suatu matriks persegi yang memeiliki determinan = 0, sehingga matriks
tersebut tidak memiliki invers matriks.
Matriks P diketahui sebagai berikut:
Contoh:
1. Diketahui matriks P dan Q adalah sebagai berikut:
Jika matriks A dan B
merupakan matriks singular. Maka tentukan nilai x dan y adalah . . .
Penyelesaian:
a.
Karena singular, maka
nilai matriks A adalah 0, sehingga:
b.
Karena singular, maka
nilai matriks B adalah 0, sehingga:
Sehingga diperoleh nilai x = - 4 dan y =
8.
Luas dan Volume Bangun Ruang part 1
By kurosaki
Materi :
Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung (Tabung, Kerucut, Bola)
Topik : Bola Perubahan dan Gabungan Part 1
Masalah Kontekstual 3
Bola dan Kerucut
Pada gambar di samping adalah
alat cetak dari semen berbentuk setengah bola yang tengahnya diberi lubang
berbentuk kerucut sedemikian hingga ujung runcing (puncak) kerucut menempel
pada kulit bola. Jari – jari bola 4 cm, sedangkan jari –jari kerucut 3 cm.
1.
Hitunglah luas permukaan benda tersebut.
Penyelesaian
:
Diketahui :
rbola = 4 cm ; rkerucut = 3 cm ;
tkerucut = 3 cm
Ditanya :
luas permukaan?
Jawab :
sebelum itu tentukan garis pelukis dari kerucut terlebih dahulu.
Luas 1 =
πrs
=
3,14 x 3 x 5
=
3,14 x 3 x 5
=
47,1 cm2
Luas 2 =
πrb2 – πrk2
=
3,14 x 42 - 3,14 x 32
=
3,14 x 16 - 3,14 x 9
=
50,24 – 28,26
=
21,98 cm2
Luas 3 =
2πr2
=
2 x 3,14 x 42
=
2 x 3,14 x 16
=
100,48 cm2
Luas total =
47,1 + 21,98 + 100,48 = 169,56 cm2
2.
Hitunglah volumenya.
Penyelesaian
:
Diketahui :
rbola = 4 cm ; rkerucut = 3 cm ;
tkerucut = 3 cm
Ditanya :
Volume ?
Jawab : Volume dari bangun tersebut adalah volume
setengah bola dikurangi volume kerucut, sehingga diperoleh:
Volume
bangun = Volume bola – Volume kerucut
=
½ x 4/3 x π
x r3 – 1/3 x π x r2 x t
=
½ x 4/3 x 3,14 x 43 – 1/3 x 3,14 x 32 x 4
=
½ x 4/3 x 3,14 x 64 – 1/3 x 3,14 x 9 x 4
=
133,97 – 37,68
=
96,26 cm3
Jadi volume alat cetak semen adalah 96,26 cm3
Masalah
Kontekstual 2
Tabung
dan Bola
Gambar di samping adalah sebuah plastisin
(malam) berbentuk tabung yang dibagian atasnya diberi lubang berbentuk setengah
bola sedemikian hingga diameter bola sama dengan diameter tabung. Jari – jari bola
7 cm, sedangkan tinggi tabung 15 cm.
1.
Hitunglah luas permukaan benda tersebut.
Penyelesaian
:
Diketahui : rbola = rtabung = m 7 cm
Ttabung = 15 cm
Ditanya :
Luas permukaan.
Jawab : Luas permukaan bangun plastisin terdiri dari
alas tabung, selimut tabung dan jjjjsetengah bola.
Luas
alas = π x
r2
=
22/7 x 7 x 7
=
154 cm2
Luas
selimut = 2 x π x
r x t
=
2 x 22/7 x 7 x 15
=
660 cm2
Luas ½ bola = 2 x π x r2
=
2 x 22/7 x 7 x 7
=
308 cm2
2.
Hitunglah volumenya.
Penyelesaian
:
Diketahui : rbola = rtabung = m 7 cm
Ttabung = 15 cm
Ditanya :
Volume …...?
Jawab :
volume benda yaitu voume tabung – volume setengah bola.
Volume benda = volume tabung – volume ½ bola
=
π
x r2 x t – 2/3 x π x r3
=
22/7 x 72 x 15 – 2/3 x 22/7 x 73
=
2.310 – 718,67
=
1.591,67 cm3
Minggu, 14 Maret 2021
Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung
By kurosaki
Materi :
Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung (Tabung, Kerucut, Bola)
Topik : Bola Perubahan dan Gabungan
Masalah Kontekstual 1
Bola dan Perubahannya
Sebuah bangun ruang sisi lengkung berbentuk bola dengan jari
– jari r cm.
1.
Tuliskan rumus volume bola tersebut.
Penyelesaian
:
Diketahui :
jari – jari = r
Ditanya :
rumus volumne?
Jawab :
Volume Bola = 4/3 x π x r3
2.
Jika jari – jari bola tersebut diperbesar 3 kali
lipat dari jari – jari semula, maka volume bola yang baru akan menjadi berapa
kali dari volume sebelumnya.
Penyelesaian
:
Diketahui :
r1 = r
r2 = 3r1
= 3r
Ditanya :
volume bola yang baru.
Jawab :
Volume Bola = 4/3 x π x r3
V2.r3
= 27 V1.r3 (karena
ke-2 ruas memiliki r3, maka bias di eliminasi/dicoret)
V2
= 27 V1
Sehingga volume bola yang baru adalah 27
kali dari volume bola sebelumnya
3.
Jika jari – jari bola tersebut diperbesar 1/2
kali lipat dari jari – jari semula, maka volume bola yang baru akan menjadi
berapa kali dari volume sebelumnya.
Penyelesaian
:
Diketahui :
r1 = r
r2 = ½ r1
= ½ r
Ditanya :
volume bola yang baru.
Jawab :
Volume Bola = 4/3 x π x r3
V2.r3
= 1/8 V1.r3 (karena
ke-2 ruas memiliki r3, maka bias di eliminasi/dicoret)
V2 = 1/8 V1
Sehingga volume bola yang baru adalah 1/8
kali dari volume bola sebelumnya
Masalah
Kontekstual 2
Bola
dan Tabung
Sebuah mangkok berisi air berbentuk
setengah bola yang penuh terisi air dan sebuah tabung kosong yang terbuka tanpa
tutup. Seluruh air dalam mangkok dituang ke dalam tabung. Diketahui jari – jari
bola 10 cm, sedangkan jari – jari tabung 7 cm dan tingginya 20 cm.
1.
Hitunglah volume air dalam mangkok
tersebut.
Penyelesaian
:
Diketahui : rbola = 10 cm
Ditanya :
Volume air.
Jawab :
volume air dalam tabung = volume mangkok. Jadi rumus yang
digunakan adalah volume bola. Sehingga diperoleh:
Volume air = ½ x 4/3
x π
x r3
=
½ x 4/3 x 3,14 x 103
=
½ x 4/3 x 3,14 x 1000
=
2.093,33 cm3
2.
Setelah semua air tertuang ke dalam
tabung, hitunglah ketinggian air tersebut.
Penyelesaian
:
Diketahui : rbola =
10 cm
rtabung = 7 cm
Ditanya :
ketinggian air (tair).
Jawab :
volume air dalam tabung = volume mangkok. Jadi rumus yang
digunakan adalah perbandingan volume tabung dan bola. Sehingga diperoleh:
Volume tabung = Volume air
π
x r2 x tair = 2.093,33
22/7
x 72 x tair = 2.093,33
154
x tair = 2.093,33
tair = (2.093,33) : 154
tair
= 13,59 cm
Selasa, 09 Maret 2021
Pembahasan Materi Bola
Post by Kurosaki,
Kegiatan :
Masalah kontekstual
Materi :
Bola (luas dan volume bangun ruang sisi lengkung)
Pembahasan Masalah kontekstual
1
Industry Pengrajin Bola Mandiri Purworejo
Desa kaliboto,
kecamatan Bener, Purworejo cukup dikenal sebagai pusat pembuatan bola. Sebagian
besar warganya ikut terlibat kerajinan pembuatan bola sepak. Setiap harinya
dapat memproduksi 180 bola.
Bahan dalam
pembuatan bola sepak yaitu terbuat dari bahan karet dan memiliki ukuran
keliling yaitu antara 68 – 70 cm dan mempunyai berat antara 410 – 450 gram yang
mana bola tersebut memiliki tekanan udara sebesar 0,60 sampai dengan 1,1 atm.
1.
Untuk bola dengan ukuran keliling 70 cm,
hitunglah luas permukaan bola tersebut.
Penyelesaian:
Diketahui : Keliling = 70 cm
Ditanya : Luas permukaan bola.
Jawab : ingat sebelum
mencari luas permukaan bola, tentukan diameter atau jari – jari bola terlebih
dahulu. Untuk mencarinya kita gunakan rumus keliling lingkaran.
K = πd
atau K = 2πr
K = 2πr
r = K/2π
r
= 70/2 (3,14)
r
= 70/6,28
r
= 11,15 cm
selanjutnya
akan kita hitung luas permukaan bola.
Lp
= 4πr2
= 4 x 3,14 x (11,15)2
= 4 x 3,14 x 124,3225
= 1.561,49 cm2
Jadi luas permukaan bola adalah 1.561,49 cm2
2.
Jika harga 1 bola adalah Rp 115.000,. berapakah
uang yang didapatkan pengrajin dalam sehari. (semua bola terjual habis).
Penyelesaian:
Diketahui : harga 1 bola Rp 115.000
Jumlah bola (n) 180 bola
Ditanya : uang yang diperoleh
pengrajin.
Jawab : ingat bola terjual
semua.
Jadi uang yang diperoleh = n x
Rp 115.000
=
180 x Rp 115.000
=
Rp 20.700.000,00
Jadi
banyak uang yang diperoleh pengrajin jika terjual semua adalah Rp 20.700.000,00
Pembahasan Masalah kontekstual
2
Tugu Globe
Sebuah tugu
berbentuk bola tiruan bumi/globe yang berukuran besar dengan besar diameter 7
meter akan dilakukan pengecatan, karena sudah pudar warnanya terkena panas
hujan. Cat dasar yang digunakan adalah cat khusus untuk eksterior, sehingga
tahan terhadap cuaca ekstrim. Harga 1 kaleng cat tersebut adalah Rp 125.000,00
dan mampu menutup daerah seluas 3 m2.
1. Hitunglah
luas permukaan globe tersebut.
Penyelesaian:
Diketahui : diameter 7 m, maka jari – jari (r)
= 3,5 m
Ditanya : Luas permukaan bola
Jawab : Luas permukaan bola = 4πr2
=
4 x 22/7 x 3,5 x 3,5
=
4 x 22 x 0,5 x 3,5
=
154 m2
2. Berapa
kaleng cat minimal yang dibutuhkan untuk mengecat globe satu kali lapisan cat
(cat dasar).
Penyelesaian:
Diketahui : 1 kaleng cat dapat menutup 3 m2
Ditanya : banyak kaleng
Jawab: banyak
kaleng cat = Luas permukaan :
3
=
154 : 3
=
51,33
=
52 (dibulatkan ke atas)
Jadi banyak kaleng
cat yang dibutuhkan adalah 52 kaleng.
Pembahasan Masalah kontekstual
3
Bola Terpotong
Sebuah bola
pejal dari bahan karet, dipotong mendatar sampai melewati titik pusatnya. Bola tersebut
berdiameter 28 cm. ditengahnya diberikan lubang berbentuk setengah bola juga
dengan diameter setengah dari diameter bola yang besar.
1. Hitunglah
luas permukaan bangun tersebut!
Penyelesaian:
Diket : d1 = 28 cm maka jari –jari r1
= 14 cm
d2
= ½ dari d1 , maka jadi 14 cm dan jari – jari r2 = 7 cm
Ditanya : Luas
permukaan bangun diatas.
Jawab : berdasarkan gambar diatas terlihat 3 bagian
yang bias dihitung luasnya.
a.
Luas alas =
π
{(r1)2 – (r2)2}
= 3,14 (142 – 72)
= 3,14 (196 – 49)
= 3,14 (147)
= 461,58 cm2
b.
Luas dalam bola kecil = ½ x 4 x π x (r2)2
= ½ x 4 x 22/7 x 72
= 2 x 22 x 7
= 308 cm2
c.
Luas permukaan bola luar = ½ x 4 x π x (r1)2
= ½ x 4 x 22/7 x 142
= 2 x 22 x 2 x 14
= 1.232 cm2
Luas permukaan total =
461,58 + 308 + 1.232
=
2.001,58 cm2
Jadi luas bangun bola pejal adalah 2.001,58 cm2
2. Hitunglah
volumenya!
Diket : d1 = 28 cm maka jari –jari r1
= 14 cm
d2
= ½ dari d1 , maka jadi 14 cm dan jari – jari r2 = 7 cm
Ditanya : Volume
bola pejal.
Jawab : berdasarkan gambar diatas volume bola pejal
adalah volume setengah bola besar dikurangi dengan setengah bola kecil, maka
diperoleh:
Volume Bola = 4/3 x π {(r1)3 –
(r2)3}
= 4/3 x 3,14
(143 – 73)
= 4/3 x 3,14
(2.744 – 343)
= 4/3 x 3,14
(2.401)
= 4/3 x (7.539,14)
= 10.052,19 cm3
Jadi volume bola adalah 10.052,19 cm3






